PENINGKATAN LITERASI KEAMANAN PANGAN MELALUI DETEKSI BORAKS DAN FORMALIN BERBASIS BAHAN ALAMI PADA MASYARAKAT
Abstract
Keamanan pangan merupakan isu penting dalam kesehatan masyarakat karena masih ditemukannya penyalahgunaan bahan berbahaya seperti boraks dan formalin pada produk pangan. Untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, kegiatan edukasi ini bertujuan membekali ibu-ibu PKK Medokan Ayu dengan pengetahuan dan keterampilan mendeteksi kedua bahan tersebut menggunakan metode sederhana berbasis indikator alami. Kegiatan terdiri atas penyuluhan teori mengenai bahaya boraks dan formalin, demonstrasi pembuatan serta penggunaan indikator kunyit dan bunga terompet ungu, serta diskusi mengenai ciri-ciri pangan aman. Bagian demonstrasi menjadi aspek kunci karena peserta dapat mengamati langsung perubahan warna yang terjadi pada indikator. Ekstrak kunyit yang mengandung kurkumin berubah dari kuning menjadi merah kecokelatan apabila bereaksi dengan boraks akibat terbentuknya kompleks boron–kurkumin. Sementara itu, larutan bunga terompet ungu yang kaya antosianin memudar atau berubah ke abu-abu ketika terpapar formalin karena degradasi pigmen.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai risiko konsumsi pangan berbahaya dan kemampuan mendeteksi boraks dan formalin secara mandiri. Program ini berkontribusi pada peningkatan literasi keamanan pangan serta mendorong masyarakat lebih aktif mengawasi kualitas pangan di lingkungan rumah tangga
